Nganjuk.kliksurabaya.co.id- Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, tahun ini berlangsung dengan suasana yang unik dan berbeda. Pemerintah desa bersama warga memilih mengusung tema “Tempo Dulu” atau jadul dalam seluruh rangkaian upacara dan kegiatan peringatan kemerdekaan.
Kepala Desa Banjaranyar, Samsul Anam, menjelaskan bahwa tema jadul dipilih dengan dua pertimbangan utama, yaitu untuk mengenang perjuangan masa lalu sekaligus menekan biaya penyelenggaraan.
“Yang pertama jelas kita mengenang tempo dulu. Kedua, minim cost. Biayanya sedikit banget, warga tidak perlu ke salon atau menyewa baju. Cukup menggunakan pakaian bekas di rumah yang dipermak untuk upacara,” ujar Samsul saat ditemui usai acara.
Menurut Samsul, kesederhanaan dalam berpakaian juga memiliki makna filosofis yang kuat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan leluhur. Meski pada masa perjuangan dahulu serba terbatas, para pejuang tetap memiliki ketangguhan hingga akhirnya mampu membawa Indonesia menuju kemerdekaan.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bagi masyarakat modern yang kini semakin terbiasa dengan berbagai kemudahan dan hal-hal instan, berbeda dengan kehidupan masyarakat terdahulu yang harus berjuang keras untuk memperoleh sesuatu.
Nuansa kemeriahan sudah terasa bahkan sebelum upacara dimulai. Warga menggelar tradisi mbendik, yakni berkeliling desa menggunakan sepeda motor jadul sambil membawa pengeras suara atau toa.
Dengan mengenakan beragam pakaian bergaya tempo dulu, warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan berfoto bersama Kepala Desa Banjaranyar usai upacara HUT RI ke-81.
“Bahasa dulunya kan mbendik. Lewat mbendik ini kita memotivasi warga bahwasanya untuk kegiatan upacara tidak perlu yang ‘wah’ atau mahal. Kita bisa tampil beda, sangat menghibur diri sendiri, dan menghibur teman-teman,” tambahnya.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian dalam upacara tersebut adalah gaya “Koboi Jadul” yang dikenakan salah seorang warga Desa Banjaranyar. Penampilan unik tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam perayaan kemerdekaan tahun ini.
Tak hanya menggelar upacara bendera, Pemerintah Desa Banjaranyar juga menyediakan berbagai hiburan gratis bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan leso mancing yang dilaksanakan di tujuh lokasi berbeda. Kegiatan memancing gratis ini dapat diikuti seluruh warga desa dengan berbagai hadiah menarik yang telah disiapkan panitia.
Agar pembagian hadiah berlangsung tertib dan merata, panitia menerapkan sistem kupon secara ketat. Kupon dibagikan melalui Ketua RT masing-masing dan telah dilengkapi dengan nama warga serta asal RT/RW. Sistem tersebut diterapkan untuk mencegah adanya penggunaan atau klaim kupon ganda.
Sebagai puncak perayaan, masyarakat turut dihibur dengan pagelaran musik jadul dari Orkes Sinar Jaya asal Kediri. Konsep hiburan tersebut sengaja disesuaikan dengan tema “Tempo Dulu”, sehingga warga dapat bernostalgia, bernyanyi, dan berjoget bersama dalam suasana yang aman dan kondusif.
Keberhasilan perayaan dengan konsep unik tersebut membuat Samsul Anam mulai menyiapkan gagasan baru untuk peringatan kemerdekaan pada tahun berikutnya.
“Insyaallah tahun depan temanya anak sekolah. Nanti warga memakai pakaian seragam SD dan SMP,” pungkas Kades Banjaranyar tersebut sambil tertawa.
Sementara itu, warga yang mengikuti upacara HUT RI ke-81 di lapangan Desa Banjaranyar mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang berkumpul dan mempererat kebersamaan dengan warga dari dusun serta RT lain, mereka juga dapat menikmati berbagai hiburan dan kesempatan memperoleh hadiah, mulai dari sepeda motor jadul hingga sejumlah perkakas rumah tangga.(***)








