NGANJUK.KLIKSURABAYA.CO.ID – Mimpi menjadi pengibar Sang Saka Merah Putih akhirnya menjadi kenyataan bagi 78 pelajar terbaik Kabupaten Nganjuk. Setelah melalui proses seleksi yang ketat dan menyisihkan ratusan peserta lainnya, mereka resmi memulai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 di GOR Bung Karno, Rabu (22/7/2026).
Pembukaan diklat dilakukan langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dengan rangkaian prosesi yang sarat makna. Kegiatan diawali dengan prosesi tantingan, dilanjutkan pemotongan pita sebagai simbol memasuki “Desa Bahagia”, kemudian ditutup dengan penyiraman air bunga kepada seluruh peserta sebagai tanda dimulainya masa pendidikan dan pembentukan karakter calon Paskibraka.
Bagi ke-78 peserta, hari tersebut bukan sekadar pembukaan pelatihan, melainkan awal perjalanan panjang menuju tugas kehormatan mengibarkan Bendera Merah Putih pada Upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di balik keberhasilan mereka lolos seleksi, tersimpan kisah perjuangan yang tidak singkat. Berbagai persiapan dilakukan jauh sebelum tahapan seleksi dimulai, mulai dari meningkatkan kebugaran fisik, memperdalam wawasan kebangsaan, hingga melatih mental agar siap menghadapi setiap tahapan seleksi.
Fida, siswi SMA Negeri 1 Kertosono, mengaku telah mempersiapkan diri sekitar dua bulan sebelum seleksi berlangsung. Selain rutin berolahraga, ia juga memperdalam materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU) agar mampu bersaing dengan peserta lainnya.
“Rasanya pasti bahagia dan bangga karena saya bisa membawa nama baik sekolah dan membahagiakan orang tua saya,” ungkap Fida penuh haru.
Hal senada disampaikan Raffi dari SMA Negeri 2 Nganjuk. Menurutnya, menjadi calon Paskibraka bukan hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga kesiapan mental untuk menghadapi setiap tantangan selama proses seleksi hingga masa pendidikan.
Persiapan lebih panjang dilakukan Cakra, siswa SMA Negeri 1 Kertosono. Ia mulai mempersiapkan diri sejak awal duduk di bangku kelas X atau sekitar enam bulan sebelum seleksi dimulai. Latihan fisik secara rutin, pembentukan disiplin, serta menjaga pola hidup sehat menjadi bagian dari rutinitasnya.
Sementara itu, Faira dari SMA Negeri 1 Tanjunganom juga menyiapkan diri selama empat bulan dengan fokus meningkatkan ketahanan fisik agar mampu menjalani seluruh rangkaian seleksi dengan optimal.
Kerja keras mereka pun membuahkan hasil. Tidak hanya lolos sebagai calon Paskibraka Kabupaten Nganjuk, Faira dan Cakra juga dipercaya mewakili Kabupaten Nganjuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.
Keduanya mengungkapkan bahwa seleksi tingkat provinsi memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks. Selain tes fisik dan wawasan kebangsaan, peserta juga harus menjalani psikotes hingga tahapan pantukhir yang menjadi penentu akhir kelulusan.
Keberhasilan para peserta tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa kesempatan menjadi Paskibraka merupakan amanah sekaligus kebanggaan yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, seluruh peserta telah membuktikan kemampuan dengan lolos dari proses seleksi yang sangat kompetitif. Namun perjuangan sesungguhnya baru dimulai selama masa pendidikan dan pelatihan.
“Anak-anakku semuanya, kalian adalah anak-anak pilihan. Tahun ini yang terpilih hanya 78 orang. Ini merupakan perjuangan yang luar biasa. Karena itu, kalian harus benar-benar siap, baik secara mental maupun spiritual,” ujar Kang Marhaen.
Bupati juga mengajak para peserta untuk terus menjaga semangat dan konsistensi dalam berlatih. Menurutnya, kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang seseorang, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, bekerja keras, dan pantang menyerah.
“Jadilah anak-anak yang punya jiwa bertarung, punya jiwa sukses, dan mental juara. Yang dibutuhkan bukan hanya kerja keras, tetapi juga konsistensi dalam menjaga semangat dan motivasi,” tegasnya.
Selama masa pendidikan dan pelatihan, para calon Paskibraka akan menjalani pembinaan intensif yang meliputi latihan baris-berbaris, pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta penguatan wawasan kebangsaan. Seluruh proses tersebut dirancang untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya mampu menjalankan tugas sebagai pengibar bendera, tetapi juga menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Semangat itu pun terasa hingga penghujung kegiatan pembukaan. Dengan penuh percaya diri, seluruh peserta meneriakkan yel-yel kebanggaan mereka sebagai penanda dimulainya perjuangan.
“Capaska 2026… Luar Biasa! Tetap Semangat!”
Yel-yel tersebut menjadi simbol tekad 78 putra-putri terbaik Nganjuk untuk memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah, sekaligus mewujudkan impian mereka berdiri tegak mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.








