kliksurabaya.co.id-Dalam rangka memperkuat Keamanan Pangan sebagai upaya penurunan angka stunting di Kota Bayu, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) menggelar sosialisasi keamanan pangan dan pelatihan olahan pangan non beras dan terigu berbahan ikan, tepung mocaf dan tepung jagung.
Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Jegreg, Kecamatan Lengkong, pada Senin (29/05/2023) tersebut dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Yuni Marhaen bersama Kepala Dinas KPP Kabupaten Nganjuk, Yusuf Satrio Wibowo dan Plt Camat Lengkong, Syauqi Nazeyli Mutik.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting. Salah satunya, yakni memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang belajar memasak masakan sehat dan bergizi.
Menurutnya, hal ini sesuai dengan program prioritas Pemerintah Pusat. Bahwasanya, target penurunan stunting di Kabupaten Nganjuk harus dicegah sedini mungkin dengan memperhatikan masyarakat yang beresiko stunting.
Karenanya program pelatihan kader keamanan pangan desa ini sangat tepat dan sesuai. Hal ini karena salah satu langkah untuk percepatan penurunan stunting adalah terpenuhinya gizi anak-anak. Hal ini tentu dapat dikontrol dan didorong oleh kader keamanan pangan desa agar masyarakat dan balita bisa mengkonsumsi pangan yang sehat dan bergizi.
“Stunting harus dapat dicegah sedini mungkin dan dimulai dari lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat, sehingga dalam pemenuhan gizi seimbang harus tetap di perhatikan. Karenanya program pelatihan kader keamanan pangan ini sudah pas dan tepat” ujar Kang Marhaen, sapaan akrab Bupati Nganjuk.
Kang Marhaen juga mengatakan untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan kolaborasi yang baik, seperti halnya dengan kegiatan hari ini. “Kita bersama-sama berkomitmen turunkan stunting di Kabupaten Nganjuk, dimulai dari pemerintah desa kemudian pemerintah kecamatan bekerjasama dengan Dinas KPP, Dinas PPKB dan Dinas Kesehatan,” terangnya.
Lebih lanjut Kang Marhaen berpesan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak maka para orang tua harus memberikan air susu ibu (ASI) esklusif selama enam bulan. “Sehingga asupan gizi anak bagus dan menjadikan anak tumbuh sehat dan cerdas,“ imbuhnya.
Sementara itu, Yusuf Satrio Wibowo melaporkan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Nganjuk pada tahun 2023 ini. Selain itu, juga memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman.
Selain menurunkan angka stunting, Mantan Staf Ahli Bupati Nganjuk itu juga membeberkan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup serta menambah pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan yang akan dikonsumsi.
Untuk itu, Yusuf Satrio Wibowo berharap dengan sosialisasi ini, intervensi penurunan angka stunting di Kabupaten Nganjuk bisa terus menurun.
“Terbukti, penanganan stunting pada tahun 2022 ke 2023 berhasil menurun lima persen. Dari angka 25 persen menjadi 20 persen dan diharapkan akhir tahun ini targetnya turun sampai 14 persen,“ tandasnya.
Sebagai informasi, kegiatan dilanjut dengan pelatihan olahan pangan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Yuni Marhaen bersama Kader Desa dan diikuti Ibu-ibu PKK di Kecamatan Lengkong. (RLS)
