Gelar Talkshow Pencegahan HIV?AIDS, Ini Pesan Kemenang Untuk Remaja

Redaksi | News
oleh

Kliksurabaya.co.id-Di Indonesia HIV/AIDS menjadi salah satu masalah besar bagi masyarakat, terutama pada remaja. Selain KPA (Komisi Penanggulangan Aids), Kemenag juga merupakan salah satu unsur yang berperan penting dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Hari ini Selasa, (27/06/2023) KPA Kabupaten Nganjuk bersama dengan Kemenag Kabupaten Nganjuk mengadakan talkshow di 105,3 RSAL FM.

Talkshow yang bertemakan ‘Parenting Revitalisasi Peran Penyuluh Agama Islam Dalam Pencegahan dan Penggulangan HIV AIDS Pada Remaja’ ini mengundang narasumber dari penyuluh agama islam Ahmad Ali Musavak.

Dalam perannya, Ali menyampaikan bahwa Kemenag Kabupaten Nganjuk sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada KPAD Nganjuk dalam melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti mengajak penyuluh agama dalam penanggulangan HIV/AIDS terutama di lingkungan Kabupaten Nganjuk.

Dijelaskannya, Kemenag sendiri ada banyak tupoksi dan beberapa bidang, salah satunya dalam penanggulangan HIV/AIDS. “Hampir 80 persen di bidang nasa ini kebanyakan dari guru, yang mana mereka bisa mengajak siswa untuk belajar agama yang baik di sekolah, dan memberikan motivasi kepada siswanya,” tambah Ali.

Menurutnya, pendidikan agama di sekolah sangatlah penting untuk pembinaan dan penyempurnaan pertumbuhan kepribadian anak didik, karna pendidikan agama mempunyai dua aspek terpenting.

Aspek pertama dari pendidikan agama adalah yang ditujukan kepada jiwa atau pembentukan kepribadian. Aspek kedua dari pendidikan agama adalah yang ditujukan kepada pikiran yaitu pengajaran agama itu sendiri.

Oleh karena itu Guru dan siswa harus mencegah terjadinya HIV/AIDS dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif dan keagamaan di sekolah maupun di luar sekolah dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain :

  • Sebagai pengajar yaitu dengan memberikan penguatan materi tentang perilaku seksual yang dapat menyebabkan terjadinya HIV/AIDS dalam pembelajaran.
  • Sebagai pembimbing yaitu dengan menasehati dan membiasakan siswa melakukan kegiatan keagamaan.
  • Sebagai teladan yaitu dengan memberikan contoh bergaul dengan lawan jenis senantiasa menutup aurat.
  • Sebagai pengawas yaitu dengan mengawasi siswa supaya tidak melakukan perilaku seksual yang dapat menyebabkan terjadinya HIV/AIDS suatu saat nanti.

Lebih lanjut, Ali menyebutkan ada beberapa faktor yang menghambat peran guru PAI (Pendidikan Agama Islam) dalam mencegah terjadinya HIV/AIDS pada siswa adalah : gaya hidup remaja, pengaruh dari media sosial seperti facebook, instagram, twitter dll. Kemudian semakin berkembangnya internet, faktor lingkungan sosial siswa, orang tua yang kurang perhatian terhadap anaknya, dan pengaruh dari teman.

Ia berpesan untuk semua stakholder, masyarakat, orang tua, dan guru untuk tetap mendukung sarana dan prasarana PAI agar teroptimalkan fungsi dan tujuan PAI sebagai mata pelajaran yang menumbuh kembangkan karakter intelektual yang bertaqwa.

Selain itu, sebagai siswa sebaiknya tetap memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh guru dengan seksama sehingga tercipta proses kegiatan belajar mengajar yang kondusif, dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menjerumuskan kepada perilaku seksual yang dapat menyebabkan terjadinya HIV/AIDS suatu saat nanti. Dan lebih pintar memilih lingkungan yang baik untuk diri sendiri.  (Rls)

No More Posts Available.

No more pages to load.