Disporabudpar Gandeng Kemenkomarves Wujudkan Desa Kreatif

Redaksi | News
oleh

KLIKSURABAYA.CO.ID –Beragam cara dilakukan Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk untuk memajukan pariwisata di Bumi Anjuk Ladang. Terkini, diselenggarakan Sarasehan Pengembangan Desa Kreatif dan Pariwisata.

Pembangunan sektor pariwisata tengah digencarkan di Nganjuk. Kang Marhaen, Plt. Bupati Nganjuk pun mencanangkan “Nganjuk sebagai destinasi wisata” sebagai Program Unggulan Daerah dalam RPJMD Tahun 2018-2023.

Disporabudpar, sebagai ujung tombak pembangunan pariwisata menghadirkan kegiatan kreatif untuk mengungkit wisata di Kota Bayu yang berpenduduk 1,2 juta ini. Sarasehan Pengembangan Desa Kreatif dan Pariwisata digelar pada Jumat (10/03) di Aula Gedung Balai Budaya Pu Sindok, Jalan Diponegoro 29 Nganjuk.

Tak tanggung-tanggung, DR. Ir. Sugeng Santoso, MT, Staf Ahli Bidang Maritim Kemenkomarves RI digandeng sebagai pembicara utama. Serta, Anik Rahayu, SE, Sekretaris Komisi IV DPRD Kab. Nganjuk.

“Kabupaten Nganjuk berpeluang menjadi destinasi wisata. Maka perlu membangun kolaborasi dan mengembangkan inovasi pelaku sub sektor ekraf dan stakehoder terkait”, tegas Sugeng Santoso kepada peserta yang terdiri dari pelaku ekonomi kreatif, pengurus Rintisan Desa Kreatif, pengurus Desa Wisata, para akademisi, perangkat daerah, asosiasi, serta komunitas pendukung ekraf dan jajaran Disporabudpar.

Upaya Disporabudpar mendapat sambutan positif legislator Nganjuk, Anik Rahayu, SE. Anggota DPRD yang aktif mengangkat topik sosial ekonomi itu mendukung kegiatan pembangunan wisata. Ia memandang perlu dibangun kerjasama lintas sektor.

“Agar pembangunan wisata Nganjuk berjalan lancar, perlu ada fasilitasi kerjasama dan kemitraan dengan stakeholder untuk mengembangan desa wisata”, pesan Anik Rahayu.

 

Carnival Nganjuk Menasional

Kepala Disporabudpar Nganjuk, Dra. Sri Handari, MM, puas dengan atensi peserta sarasehan.

“Kami akan menjadikan arahan narasumber dan usulan peserta sebagai rujukan pengembangan ekonomi kreatif Nganjuk”, tegas eks Sekretaris BKPSDM itu.

Pihaknya merasa optimis dengan masa depan ekonomi kreatif di Nganjuk. Pasalnya, potensi ekonomi kreatif desa-desa di Nganjuk sangat besar.  Layak dikembangkan sebagai Desa Kreatif maupun Desa Wisata berbasis Sub Sektor Ekonomi Kreatif.

Salah satunya, seni pertunjukan. Pertunjukan Carnival menjadi unggulan Kabupaten Nganjuk.

“Carnival berkembang pesat di Nganjuk. Prestasinya juga telah mencapai tingkat nasional”, ujar Dra. Sri Handari, MM, Kepala Disporabudpar Nganjuk kepada PING.

 

Tantangan SDM Ekraf dan Dukungan Stakeholder

Sri Handari mengungkap tantangan pengembangan ekraf di Nganjuk. Dia menyebut faktor sumber daya manusia.

“Tantangan terbesarnya adalah meningkatkan kapasitas SDM baik di Desa, pelaku ekraf, unsur pendukung (hexahelix) agar bisa berkolaborasi untuk mengembangkan potensi yang ada sehingga menjadi ikon-ikon kreatifitas yang layak dijual bagi wisatawan dan kompetitif”, ujar Sri Handari.

Sri Handari juga menyebut faktor dukungan antar sektor sebagai kunci keberhasilan.

“Perlu dukungan dari segenap unsur pendukung agar pengembangan Ekraf dapat berjalan dengan cepat”, pungkasnya.(RLS)

No More Posts Available.

No more pages to load.