KLIKSURABAYA.CO.ID– Inovatif dan menginspirasi adalah 2 kata yang bisa menggambarkan sosok Muhammad Hanif siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Insan Mandiri Baron. Pasalnya, siswa kelahiran 22 Mei 2005 ini benar-benar memaksimalkan potensi yang ada di dalam dirinya, berani menghadapi tantangan, dan tidak pernah berhenti belajar.
Terbukti, pada tahun 2022 lalu. Hanif mampu meraih Golden Award in Internasional (IEYI) in Taiwan dan yang terbaru menjuarai Green Short Movie Competition yang diselenggarakan oleh University Sampoerna.
Tak hayal dengan prestasi yang telah diraihnya ini menjadikan Muhammad Hanif menjadi inspirasi bagi para pelajar Kota Angin. “Prestasi ini tak lepas dari dukungan kedua orang tua, guru dan para mentor saya,“ ucap Muhammad Hanif kepada PING, Selasa (04/04/2023).
Menurut Hanif, ide ini bermula dari potensi yang ada di Kabupaten Nganjuk yang mana dikenal sebagai Kota Angin yang diapit oleh Gunung Wilis dan Gunung Arjuno. Maka dengan intensitas angin yang cukup tinggi ini, Hanif mulai menggali potensi yang ada. Sehingga munculah inovasi baru yang dinamai Kincir Angin Pembangkit Listrik.
Selain itu, diakui Hanif inovasi baru yang diangkatnya dalam “Massive Energy From Mountains” melalui Green Short Movie Competition ini juga terinspirasi dari film The Boy Who Hardnessed The Wind.” Jadi kita memanfaatkan angin ini sebagai kincir pembangkit listrik,“ ujarnya.

Kincir Angin buatan Muhammad Hanif siswa SMA Bina Insan Mandiri Baron
Disampaikannya, untuk membuat kincir angin itu. Hanif menggunakan kipas angin bekas yang dimodifikasi dengan menambahkan magnet, coil dan paralon. “Karena perlu diketahui, jika diputar coil yang bergesekan dengan magnet ini akan menghasilkan listrik. Maka kita namakan kincir angin pembangkit listrik,“ pungkasnya.
Diakui Hanif, meskipun pada awal percobaan gagal. Namun “Alhamdulillah,“ dikatakannya. Pada saat penilaiaan Green Short Movie Competition inovasi Kincir Angin Pembangkit Listrik buatannya bisa disempurnakannya dan bisa meraih juara satu di ajang Future Competition yang diselenggarakan University Sampoerda pada Maret lalu.

Maka dengan sejumlah rentetan prestasi yang ia raih. Hanif berkomitmen akan terus belajar dan tidak berpuas diri, agar kedepan bisa menciptakan inovasi-inovasi baru.
“Alhamdulillah dengan prestasi ini. Semoga menjadikan saya bisa terus berikhtiar, dengan banyak membaca literasi dan referensi untuk menciptakan dan mengembangan inovasi teknologi di masa yang akan datang,“ imbuhnya.
Sebagai informasi, Muhammad Hanif juga pernah menciptakan inovasi tabung oksigen portable yang digunakan untuk orang ter-confirm COVID-19. Atas capian inovasi ini mampu menghantarkan Hanif meraih Golden Award in Internasional (IEYI) in Taiwan pada 2022 lalu. (RLS)








